Minggu, 30 Juni 2013

Sejarah Musik ReGGae

Musik Reggae Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik
reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal
muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska
dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal
hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih
lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan
Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika
yang sedang penuh tekanan.

Kata "reggae" diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari
kata "ragged" (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari
dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri
dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock,
ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat
Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik
yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan
Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika
yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan
musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara
mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada
pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang
kompleks.

Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik,
banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih
lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter
vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang
dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari
Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung
penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi
religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan
universal.

Album "Catch A Fire" (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The
Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika.
Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The
Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para
pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee 'Scratch'
Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran
musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae
rock, blues, dan sebagainya.

Jamaika
Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya:
Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah
sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri
berasal dari kosa kata Arawak "xaymaca" yang berarti "pulau hutan dan
air". Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku
Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit
hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada
industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam
penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari
dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang
diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.

Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika
memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan
mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan
nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan
kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang
budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas
kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika
mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan
kedekatan dengan tanah leluhur.

Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho
(perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah
yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal
dan lirik- lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari
yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup
bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang
juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan
aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya
rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik 'rasta' dalam lagunya
pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran
rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring
berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.

Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur
baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan
menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai
sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok
social tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat social dan juga para
anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar
tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka. Penggunaan
ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak identik dengan
ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para
penghisap ganja.

Sebuah lagu dari "Peter Tosh" (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan
The Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh
menyatakan dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena
lagu ini, ia sempat ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.

Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut
"Burru" yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums"
(drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah
musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari
permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini
muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya
adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa
sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun
berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang
berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika
untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri
adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo,
tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini
kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik
Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini
Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada
tahun 40 - 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music,
dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya
adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan
ketukan cepat "bop". Ska kemudian dengan mudah beralih dan
menghasilkan bentuk tarian "skankin" pad awal 60an. Bintang Jamaica
awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956
yang kemudian dianggap sebagai pencipta "ska". Perkembangan Ska yang
kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan "Rock
Steady" yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles
dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

"Reggae & Rasta"

Bob Marley tentunya adalah bimtang musik "dunia ketiga" pertama yang
jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil
memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae
dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon.
Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya "The Harder they
Come" pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang.
Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat
dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown,
Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat
keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae
yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta
keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang
menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat
menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania,
Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk
mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering
dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum
tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of
Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan
buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie
(semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica
merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black
Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian
monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.

"Apa sih Reggae"

Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika,
Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini
jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus -
putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang
'berkotbah' dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari.
Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae,
Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi
gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. "Reg- ay" bisa dibilang
muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang
berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang 'dibalik' dan
jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar
Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang
ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik
Afrika - Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi 'lubang
- lubang' iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae
kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang
cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan
bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

"Tidak asli Jamaika"

Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya
berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal
berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari
siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman
pada iringan gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi
mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya
semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin
ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae.
Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki
kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu)
dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di
kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat
kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan
mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik
bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.

"It's Influences"

Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama
dua dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh
bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan
Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona
tari dunia tersendiri. Budaya 'Dancehall' Jamaika yang menonjol plus
sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass,
dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan
tampilan yang luar biasa.Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang
sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi. >

sumber: www.indoreggae.com




Sobat sedang membaca artikel tentang Sejarah Musik ReGGae. Silahkan baca artikel BLOG PRIBADI Tentang
Description: Sejarah Musik ReGGae
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Sejarah Musik ReGGae

Posting Komentar